Jelaskan Mengenai Karakteristik Bahasa Puisi!

Jelaskan Mengenai Karakteristik Bahasa Puisi! – Puisi sebagai salah satu jenis sastra merupakan pernyataan sastra yang paling seni. Segala unsur seni kesastraan ada dalam puisi. Membaca puisi merupakan sebuah kenikmatan yang khusus, bahkan merupakan puncak kenikmatan sastra.

Puisi adalah wahana untuk mengekspresikan pemikiran yang membangkitkan perasaan, yang merangsang imajinasi dan panca indera dalam susunan yang berirama. Puisi merupakan rekaman dan interpretasi pengalaman manusia yang penting, digubah dalam wujud yang paling berkesan.

Puisi dapat diartikan sebagai suatu bentuk kata-kata yang ritmis, yang mengungkapkan pengalaman imajinatif, emosional, dan intelektual penyairnya. Pengungkapannya dengan cara sedemikian rupa, sehingga menimbulkan pengalaman yang kurang lebih sama pada pembaca atau pendengarnya.

Karakteristik Bahasa Puisi

Karakteristik gaya bahasa pada dasarnya merupakan tipu muslihat pikiran dengan menggunakan konstruksi bahasa yang sedemikian rupa sehingga pembaca atau pendengar dituntut untuk berpikir.

Dalam gaya bahasa, suatu hal dibandingkan dengan hal lainnya. Tujuan penggunaan gaya bahasa ialah untuk menciptakan efek lebih kaya, lebih efektif, dan lebih sugestif dalam bahasa puisi.

Gaya bahasa dan kosakata mempunyai hubungan erat, hubungan timbal balik. Kian kaya kosakata seseorang, kian beragam pulalah gaya bahasa yang dipakainya. Peningkatan pemakaian gaya bahasa jelas turut memperkaya kosakata pemakainya.

Hal yang harus diketahui diantaranya adalah pembicaraan tentang wujud satuan gaya bahasa itu sendiri, adanya jenis-jenis gaya bahasa, dan adanya makna gaya bahasa dalam puisi secara keseluruhan. Dengan mengetahui hal-hal tersebut akan lebih mudah dalam memaknai sebuah puisi ataupun karya sastra yang lain dengan tidak melepaskannya dari unsur-unsur yang lain.

Jenis gaya bahasa secara umum dibedakan menjadi gaya bahasa perbandingan, pertentangan, pertautan, dan perulangan. Gaya bahasa yang memiliki acuan makna tidak langsung dibedakan menjadi dua, yaitu gaya bahasa retoris dan gaya bahasa kiasan.

Yang termasuk gaya bahasa kiasan yaitu: perbandingan, metafora, perumpamaan epos,  personifikasi,  metonimi,
sinekdoke, dan  allegori. Selanjutnya gaya bahasa retoris ialah  tautologi, pleonasme,  enumerasi,  paralelisme, dan paradoks.

Beri Tanggapan