Tumbuhan Yang Terdapat di Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan tropis merupakan salah satu bioma yang tersebar di daerah khatulistiwa dan merupakan tipe vegetasi yang lebat. Hutan ini tersebar dari daerah dataran rendah hingga pegunungan yang punya curah hujan merata sepanjang tahun. Suhu udaranya antara 25-26 derjaat C dengan kanopi hujan yang rapat. Kanopi adalah jenis hutan yang memiliki pohon tinggi. Hutan tropis punya kompleksitas kehidupan yang tinggi.

Pengertian Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan tropis adalah bioma yang paling rumit di bumi dari segi struktur dan keragaman spesiesnya. Hutan hujan tropis memiliki tingkat keragaman hayati yang tinggi. Hutan hujan tropis adalah hutan dengan pohon-pohon yang menjulang. Pohon-pohon ini memiliki kanopi, yaitu lapisan-lapisan cabang pohon beserta daunnya yang terbentuk oleh rapatnya pepohonan.

Lingkungan hutan hujan tropis menyediakan kondisi pertumbuhan yang optimal berupa curah hujan melimpah dan kehangatan sepanjang tahun. Pada hutan hujan tropis matahari bersinar sangat kuat dan dengan kuantitas waktu yang sama setiap hari sepanjang tahun, menjadikan iklim hangat dan stabil. Hutan hujan tropis bercirikan suhu rata-rata 25 c dan curah hujan rata-rata 2.000 – 4.000 mm per tahun.

Ciri – Ciri Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan memiliki begitu banyak tanaman dan hewan. Lebih dari 50% tanaman dan hewan di bumi hidup di sini. Hal tersebut dikarenakan besarnya jumlah energi yang tersimpan di hutan ini. Melimpahnya sinar matahari diubah menjadi energi oleh tumbuhan melalui proses fotosintesis. Energi ini tersimpan pada tumbuhan kemudian dikonsumsi oleh hewan.

Selain itu, hutan hujan tropis berstruktur kanopi, memungkinkan tersedianya banyak tempat bagi tanaman untuk tumbuh dan tempat hidup bagi hewan. Kanopi menyediakan sumber-sumber makanan baru, perlindungan, dan tempat bersembunyi. Hutan hujan tropis juga dijuluki sebagai farmasi terbesar di dunia karena hampir 1/4 obat modern berasal dari tumbuhan di hutan hujan ini.

Hutan basah atau hutan hujan tropis terdapat di daerah tropika meliputi semenanjung Amerika Tengah, Amerika Selatan, Afrika, Madagaskar, Australia Bagian Utara, Indonesia dan Malaysia. Di hutan ini terdapat beraneka jenis tumbuhan yang dapat hidup karena mendapat sinar matahari dan curah hujan yang cukup.

Ciri-ciri bioma hutan basah antara lain :

  1. Curah hujan sangat tinggi, lebih dari 2.000 mm/tahun
  2. Pohon-pohon utama memiliki ketinggian antara 20 – 40 m.
  3. Cabang pohon berdaun lebat dan lebar serta selalu hijau sepanjang tahun
  4. Mendapat sinar matahari yang cukup, tetapi sinar matahari tersebut tidak mampu menembus dasar hutan.
  5. Mempunyai iklim mikro di lingkungan sekitar permukaan tanah/di bawah kanopi (daun pada pohon-pohon
  6. besar yang membentuk tudung).

Lapisan Utama Hutan Hujan Tropis

Hutan hujan tropis secara sederhana adalah hutan hujan di daerah tropis. Hutan ini dapat dijumpai di sekitar ekuator dari 23,5 LU hingga 23,5 LS yaitu daerah antara Cancer Tropis dan Capricorn Tropis. Hutan ini dapat ditemukan di Asia (Indonesia), Australia, Afrika (Kongo), Meksiko, Amerika Tengah, Amerika Selatan (Bolivia, Venezuela, Kolombia, Brazil, Suriname, Peru), Papua Nugini, pulau-pulau di samudera Pasifik, kepulauan Karibia, dan pulau-pulau Samudera Hindia.

Hutan hujan tropis memiliki empat lapisan utama. Masing-masing lapisan merupakan tempat hidup tanaman dan hewan yang berbeda yang telah beradaptasi untuk hidup di wilayah tersebut. Lapisan ini telah diidentifikasi sebagai tajuk kanopi (emergent), kanopi atas (upper canopy), bawah kanopi (understory), dan lantai hutan (forest floor).

  1. Tajuk Kanopi (emergent)
    Berada di ketinggian lebih dari 30 m dari permukaan tanah, tajuk ini bisa sendiri-sendiri atau kadang-kadang menggerombol, namun tak banyak. Tajuk pohon hutan hujan tropis rapat oleh cabang dan daun. Hal ini menyebabkan sinar matahari tidak dapat menembus hingga ke lantai hutan. Di tajuk ini juga dijumpai tumbuh-tumbuhan yang memanjat, menggantung, dan menempel pada dahan-dahan pohon semisal rotan, anggrek, dan jenis paku-pakuan. Elang, kupu-kupu, kelelawar dan monyet tertentu mendiami lapisan ini.
  2. Kanopi atas (upper canopy)
    Memiliki ketinggian antara 24–36 m memungkinkan cahaya mudah diperoleh di bagian atas lapisan ini, tetapi mengurangi cahaya ke bagian bawah. Sebagian besar hewan hutan hujan hidup di kanopi atas. Burung, serangga, kelelawar dan primata tertentu mendiami lapisan ini. Di bagian ini tersedia begitu banyak makanan (buah dan dedaunan) menyebabkan beberapa hewan tidak pernah turun ke lantai hutan. Kanopi, berdasarkan penelitian, adalah rumah bagi 50 persen dari semua spesies tanaman.
  3. Bawah kanopi (understory)
    Adalah terletak antara kanopi dan lantai hutan, terdiri dari pohon-pohon muda, pohon-pohon yang tertekan pertumbuhannya, atau jenis-jenis pohon yang tahan naungan. Bawah kanopi merupakan rumah bagi sejumlah besar serangga, burung, ular dan kadal, serta predator seperti jaguar, boa dan macan tutul.
  4. Lantai hutan (forest floor)
    Biasanya benar-benar terhalang dari cahaya. Jenis-jenis tumbuhan yang hidup adalah yang toleran terhadap naungan. Di lantai hutan tumbuh jenis liana yang melilit dan mengait cabang untuk mencapai tajuk kanopi. Jenis kehidupan yang tidak begitu memerlukan cahaya, seperti halnya aneka kapang, jamur, dan organisme pengurai (decomposer: rayap, cacing tanah) hidup dan berkembang. Dedaunan, buah-buahan, ranting, dan bahkan batang kayu yang rebah, segera menjadi busuk diuraikan oleh aneka organisme tadi. Panas dan kelembaban membantu untuk memecah organisme yang mati. Bahan organik hasil penguraian kemudian dengan cepat diserap oleh akar pohon.

Keadaan Flora di Hutan Hujan Tropis

Udara di bawah kanopi hampir selalu lembab. Pohon-pohon mengeluarkan air melalui pori-pori daun (stomata). Proses penguapan ini disebut transpirasi. penguapan ini menyebabkan setengah dari curah hujan di hutan hujan. Tanaman hutan hujan melakukan banyak adaptasi terhadap lingkungan.

Dengan curah hujan yang tinggi, tanaman beradaptasi untuk meloloskan air dari daun mereka dengan cepat sehingga cabang tanaman tidak terbebani. Banyak tanaman memiliki ujung tetes dan alur daun, dan beberapa daun memiliki lapisan berminyak untuk menumpahkan air.

Daun-daun yang lebar digunakan untuk menyerap sinar matahari sebanyak mungkin. Beberapa pohon memiliki tangkai daun yang berubah seiring dengan pergerakan matahari sehingga mereka selalu menyerap cahaya dalam jumlah maksimum. Daun di atas kanopi berciri hijau gelap, kecil dan kasar untuk mengurangi kehilangan air di bawah sinar matahari yang kuat.

Beberapa pohon menumbuhkan daun yang lebar pada tingkat yang lebih rendah dan menumbuhkan daun kecil di kanopi atas. Tanaman lain tumbuh di atas kanopi untuk mendapatkan sinar matahari. Tanaman tersebut adalah epifit seperti anggrek dan bromeliad.

Lebih dari 2.500 spesies tanaman merambat tumbuh di hutan hujan. Liana tumbuh dari semak kecil yang tumbuh di lantai hutan, ia menumbuhkan sulur untuk menggapai pohon dan mencapai sinar matahari di atas kanopi. Tanaman merambat tumbuh dari satu pohon ke pohon lain dan membentuk 40% dari daun kanopi.

Rotan anggur memiliki duri di bagian bawah daunnya yang menunjuk ke belakang sebagai pegangan anakan pohon.Tidak ada spesies dominan di hutan hujan tropis. Pohon dari spesies yang sama sangat jarang ditemukan tumbuh berdekatan.

Keragaman hayati dan pemisahan spesies mencegah kontaminasi massal dan kematian dari penyakit atau karena pertumbuhan serangga. Keanekaragaman hayati juga menjamin bahwa akan ada cukup serbuk sari untuk mengurus kebutuhan setiap spesies. Hewan tergantung pada bunga-buah tanaman sebagai pasokan makanan sepanjang tahun.

Tumbuhan Yang Terdapat di Hutan Hujan Tropis

Persebaran hutan hujan terdapat di Lembah Sungai Amazon yang meluas hingga ke Karibia, Teluk Meksiko, Kolombia dan Ekuador. Kemudian disepanjang khatulistiwa di Afrika Tengah, Afrika Barat sampai Afrika Timur dan Madagaskar, India, Sri Langka, Indonesia, Filipina dan Fiji.

Jenis tumbuhan yang menghuni hutan hujan tropis antara lain pohon kayu berukuran besar dan tinggi, terna, tumbuhan pemanjat, efifit, tumbuhan pencekik, saprofit dan parasit.

  1. Pohon-Pohon Hutan
    Jenis hutan ini punya ukuran tinggi yang disebut kanopi atau tajuk pohon, tajuk ini berlapis-lapis. Tajuk biasanya tidak beraturan, pohon tingkat tinggi (A) sering berjauhan dan jarang. Pohon tingkat B memiliki ketinggian 15-30 m. Pohon tingkat C biasanya lebih kecil dan kerdil dengan ketinggian 5-15 meter.
  2. Terna
    Jenis vegetasi ini terdapat di bagian hutan yang lapisanpohonnya jarang, tumbuhannya terdiri dari semak atau paku-pakuan. Tinggi terna tidak lebih dari 5 m dan ada di lokasi hutan yang terbuka atau di pinggir aliran sungai.
  3. Tumbuhan Pemanjat
    Tumbuhan pemanjat ini disebut juga liana. Tumbuhan ini membelit pohon sampai ke atas mencari matahari. Seperti kawat atau tal dan ukurannya setebal paha pria dewasa. Panjangnya dapat mencapai 200 m. Liana ini terkadang memanjat dari satu pohon ke pohon lain. Liana dapat dijumpai di pinggiran sungai yang merupakan flora khas tropis.
  4. Efifit
    Efifit merupakan vegetasi yang melekat atau menempel pada batang atau dahan pohon lain. Jenis tumbuhan ini tidak berpengaruh buruk pada tumbuhan yang ditempelinya. Efifit terdapat juga pada tumbuhan yang telah mati. Efifit ini merupakan tumbuhan yang umum dijumpai di daerah tropis. Contohnya anggrek, kadaka, algae, lumut kerak, lumut daun dan lumut hepar.
  5. Tumbuhan Pencekik
    Tumbuhan ini awalnya adalah efifit dengan akar menjulur ke bawah sampai ke tanah hingga tidak bergantung pada inangnya. Tumbuhan ini pada akhirnya membunuh pohon yang semula memberikan sumber makan seperi Piccus spp.
  6. Safrofit
    Jenis tumbuhan ini mendapatkan sumber makanan dari pohon yang sudah mati. Tumbuhan ini terdapat pada lantai hutan yang banyak terdapat batang dan daun yang telah mati.
  7. Parasit
    Parasit terdiri atas dua jenis yaitu parasit akar yang tumbuh di atas akar seperti Rafflessia arnoldi. Kemudian hemiparasit atau setengah parasit yang tumbuh seperti efifit di atas pohon seperti benalu.

Beri Tanggapan