Bagaimana Cara Menentukan Persediaan Barang Dengan Metode FIFO, LIFO, Perpetual?

Bagaimana Cara Menentukan Persediaan Barang Dengan Metode FIFO, LIFO, Perpetual?Jika perusahaan menggunakan sistem perpetual, penentuan harga pokok barang yang dijual dan persediaan akhir dilakukan setiap perusahaan menjual barang. Untuk mempermudah pekerjaan menentukan harga pokok ini digunakan suatu kartu yang lazim disebut Kartu Persediaan. Satu jenis barang disediakan satu Kartu. Dengan demikian sistem ini baru cocok untuk persediaan yang nilainya tinggi.

 

PT. Angkasa Putra selama bulan Januari 2011 mempunyai data tentang persediaan sebagai berikut:
Jan. 1 Persediaan 1.000 unit @ Rp. 500/unit
Jan. 10 Pembelian 800 unit @ Rp. 550/unit
Jan. 18 Penjualan 900 unit
Jan. 20 Pembelian 700 unit @ Rp. 600/unit
Jan. 27 Penjualan 500 unit
Tentukan nilai persediaan tanggal 31 Januari 2011 apabila besarnya persediaan akhir adalah 1.100 unit. dengan metode FIFO, LIFO, Rata-rata bergerak !

Metode FIFO:

         Dalam metode ini diasumsikan bahwa harga pokok dari persediaan yang pertama kali masuk dari pembelian, dikeluarkan terlebih dahulu pada saat terjadi penjualan.

TglKetDiterimaDikeluarkanPersediaan (saldo)
UnitCostJumlahUnitCostJumlahUnitCostJumlah
Jan 1Persediaan1000500500.000
   10Pembelian800550440.0001000

800

500

550

500.000

440.000

 18Dijual900500450.000100

800

500

550

  50.000

440.000

  20Pembelian700600420.000100

800

700

500

550

600

  50.000

440.000

420.000

27Dijual100

400

500

550

50.000

275.000

400

700

550

600

220.000

420.000

Dari kartu persediaan tersebut, besarnya nilai persediaan akhir adalah :
400 @ Rp. 550            = Rp. 220.000

700 @ Rp. 600            = Rp. 420.000

1.100                              Rp. 640.000

Metode LIFO:

         Dalam metode ini diasumsikan bahwa harga pokok dari persediaan yang terakhir masuk dari pembelian, dikeluarkan terlebih dahulu pada saat terjadi penjualan.

TglKetDiterimaDikeluarkanPersediaan (saldo)
UnitCostJumlahUnitCostJumlahUnitCostJumlah
Jan1Persediaan1000500500.000
    10Pembelian800550440.0001000

800

500

550

500.000

440.000

  18Dijual800

100

550

500

440.000

50.000

900500450.000
   20Pembelian700600420.000900

700

500

600

450.000

420.000

27Dijual500600300.000900

200

500

600

450.000

120.000

Dari kartu persediaan tersebut, besarnya nilai persediaan akhir adalah :
900 @ Rp. 500            = Rp. 450.000

200 @ Rp. 600            = Rp. 120.000

1.100                              Rp. 570.000

Metode Rata-Rata Bergerak:

         Metode rata-rata yang digunakan pada metode perpetual ini biasanya disebut dengan Rata-rata bergerak. Dikatakan bergerak karena harga per unit persediaan selalu bergerak / berubah sesuai dengan terjadinya perubahan / mutasi pada jumlah unit persediaan yang dimiliki perusahaan. Berikut ini bentuk kartu persediaan dengan metode rata-rata bergerak:

TglDiterimaDikeluarkanPersediaan (saldo)
UnitCostJumlahUnitCostJumlahUnitCostJumlah
Jan11000500500.000
10800550440.0001800522,2940.000
  18900522,2469.980900522,2469,980
  20700600420.0001.600556,2889,980
  27500556,2278.1001.100556,2611.820

Dari harga perhitungan diatas maka besarnya nilai persediaan sebanyak 1.100 unit adalah sebesar Rp. 611.820

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *