Ada Berapakah Lapisan Tanah dan Jelaskan?

Ada Berapakah Lapisan Tanah dan Jelaskan? Tanah akan selalu berkembang kearah vertikal, sehingga menghasilkan lapisan-lapisan horisontal yang dinamakan lapisan tanah atau horizon tanah. Lapisan tanah adalah lapisan horisontal yang terjadi baik karena proses geogenesis maupun pedogenesis.

Ada enam lapisan tanah (horizon) induk yang dalam urutan dari atas kebawah, masing-masing ditandai dengan huruf besar O, A, E, B, C, dan R.

Berikut urutan susunan lapisan tanah

Horizon O

Horison O adalah Lapisan tanah paling atas, dicirikan oleh lapisan tanah yang subur karena mengandung bahan organik. Lapisan ini terdiri atas bagian-bagian yang masih utuh dan sebagiannya lagi telah terdekomposisi. Horizon O Merupakan horizon organik yang mengandung bahan organik > 20% pada seluruh penampang tanah.

Ada 2 jenis horizon O yaitu : a) Horizon O1, dimana bentuk asli sisa-sisa tanaman masih terlihat berupa guguran daun-daun dan sisa-sisa organik yang belum terombak, b) Horizon O2, dimana bentuk asli sisa-sisa tanaman dan organisme tidak terlihat lagi dan merupakan campuran rombakan bahan organik.

Horizon A

Lapisan ini berada di bawah horison O dan di atas horison E. Benih-benih tanaman dan akar-akar tumbuhan terlihat pada lapisan ini. Lapisan ini mempunyai ciri berwarna gelap yang terdiri dari humus dan campuran partikel mineral. Bahan organik akan terhumifikasi dan bercampur dengan bahan mineral, sehingga akan memperlihatkan konsistensi struktur yang berbeda dengan horizon yang berada langsung dibawahnya.

Di lapangan, horizon A akan terlihat jelas karena berwarna lebih gelap daripada warna horizon yang berada dibawahnya. Horizon A juga disebut sebagai horizon eluviasi (pencucian). Ada 3 jenis horizon A, antara lain :

  • Horizon A1 ; Horizon ini merupakan horizon percampuran antara bahan organik dan mineral sehingga pada lapisan ini akan terlihat berwarna kelam/gelap (dark). Keterdapatan bahan organik pada lapisan ini berwujud partikel yang berdiri sendiri atau bahan organik yang menyelimuti bahan mineral.
  • Horizon A2 ; horizon ini dikenal juga sebagai horizon ”eluviasi” atau lapisan yang mengalami pencucian secara maksimal. Kation bahan organik dan bahan mineral yang mengalami pencucian dan tertinggal merupakan komponen yang resisten (seperti silika) dan kasar, sehingga pada lapisan ini ditandai dengan warna tanah yang pucat/terang/cerah.
  • Horizon A3 ; Horizon ini merupakan zona peralihan horizon A ke horizon B atau ke horizon C, mempunyai ciri warna tanah yang mendekati horizon A2.

Horizon E

Horison E adalah horison berupa lapisan eluviasi yang berwarna terang. Lapisan tanah ini berpasir, serta sedikit mengandung mineral dan tanah liat karena rembesan air yang menembus masuk ke tanah. Ciri utamanya ialah terjadi proses penghilangan lempung alumina silikat, Fe, Al, atau kombinasi ketiganya. Horizon ini dapat berada langsung di bawah horizon O atau horizon A. Apabila berada dibawah horizon A, maka horizon ini terbedakan menurut warnanya yang lebih mudah dan kandungan bahan organik lebih sedikit daripada horizon A.

Horizon ini merupakan horizon yang telah mengalami proses pencucian (eluviasi) yang sangat intensif sehingga kadar bahan organik tanah, lempung silikat, Fe, dan Al menjadi rendah. Akan tetapi, kadar pasir dan debu kuarsa (seskuoksida) serta mineral resisten lainnya akan tinggi, sehingga lapisan ini akan berwarna agak terang.

Horizon B

Horizon B adalah horizon “illuvial” atau biasa disebut juga dengan horizon pengendapan, dimana merupakan zona akumulasi dari bahan-bahan yang tercuci (perembesan air) dari horizon diatasnya. Lapisan ini hanya mengandung sedikit lempung dan partikel mineral.

Horizon B dapat terbentuk dengan cara : (1) proses illuviasi lempung aluminasilikat, besi, aluminium, humus, karbonat, gipsum, atau silika yang berdiri sendiri, atau dalam suatu kombinasi tertentu, (2) pengendapan “seskuioksida” secara residual (horizon oksik), (3) penyelaputan zarah-zarah tanah dengan seskuioksida yang terbentuk insitu, sehingga horizon ini berwarna lebih terang atau lebih merah daripada horizon diatas dan dibawahnya, atau (4) neomineralisasi lempung atau mineral oksida insitu. Perlu dipahami bahwa jika horizon B terbentuk secara “illuviasi”, maka horizon E harus “tereluviasi”.

Horizon C

Horizon C disebut juga lapisan regolith. Lapisan ini dicirikan oleh masih adanya fragmen (pecahan) lapukan batuan asal. Akar tanaman sulit menembus lapisan ini, sehingga lapisan ini hanya mengandung sedikit bahan organik. Horizon C terdiri atas campuran bahan lapukan batuan dan mineral.

Dalam konteks endapan “allochtonous” (endapan yang diangkut dari tempat lain), horizon C tidak terkorelasi dengan tanah yang ada diatasnya. Horizon C digolongkan sebagai bahan induk tanah yang hanya terkait dengan endapan “autochtonous” (terbentuk setempat).

Perlu dipahami bahwa suatu lapisan yang sekalipun tersusun atas bahan lapukan ataupun bahan yang kaya akan lempung, akan tetapi belum memperlihatkan kenampakan pedogen (kenampakan yang berkaitan dengan proses pembentukan tubuh tanah), maka lapisannya akan tetap disebut sebagai horizon C (Bahan seperti ini biasa disebut saprolit). Akan tetapi dalam hal lapisannya sudah memperlihatkan tanda-tanda pedogen dan mengalami pengerasan, maka lapisan tersebut akan dinamakan horizon B.

Horizon R / Horizon D

Horizon R atau biasa disebut juga horizon D adalah lapisan paling bawah dalam suatu profil tanah. Horizon R tersusun atas batuan dasar yang keras, yang dapat dikatakan masih utuh dan belum mengalami pelapukan. Sifat keras, kompak, dan tersementasi dari batuan dasar ini merupakan ciri utama dari horizon R. Batugamping, basalt, granit, dan batupasir adalah contoh batuan penyusun lapisan ini. Lapisan ini cukup kompak, sehingga apabila hanya menggunakan sekop akan sulit untuk digali.

Beri Tanggapan