Bagaimanakah Proses Pengomposan dengan Metode Indore?

Bagaimanakah Proses Pengomposan dengan Metode Indore? Pengomposan dengan metode indore dikembangkan oleh Howard yang bekerja sama dengan Jackson dan Ward pada tahun 1924 — 1926. Bahan dasar yang diperlukan untuk pengomposan adalah campuran residu tanaman, kotoran ternak, kencing ternak, abu bakaran kayu, dan air.

Semua bahan yang berasal dari tumbuhan langsung tersedia termasuk gulma, batang jagung, daun yang rontok, pangkasan daun, sisa pakan ternak, pupuk hijau dikumpulkan dan ditimbun di lubang yang sudah disiapkan.

Proses Pengomposan dengan Metode Indore

Bahan-bahan yang tersedia kemudian disusun menurut lapisan-lapisan dengan ketebalan 15 cm, total ketebalan timbunan dapat dibuat sampai 1,2 — 1,5 m. Apabila bahan yang dibuat kompos beraneka maka proses pengomposan berjalan lebih baik.

Lokasi pembuatan kompos dipilih tempat yang agak tinggi sehingga terbebas kemungkinan tergenang selama proses pengomposan berlangsung. Lubang galian dibuat dengan kedalaman 1 m, dan lebar antara 1,5 — 2 m, dengan panjang bervariasi tergantung ketersediaan bahan. Untuk melindungi lubang, pengomposan maka di sekeliling lubang diberi tanggul kecil.

Lubang pembuatan kompos sebaiknya dekat kandang ternak dan sumber air. Kotoran ternak yang dikumpulkan dari kandang kemudian disebar secara merata dalam bentuk lapisan setebal 10 — 15 cm. Untuk setiap lapisan bahan yang dikomposkan ditahuri dengan kotoran dan tanah yang terkena kencing atau dibuat dari campuran 4,5 kg kotoran ternak, 3,5 kg tanah yang terkena kencing dan 4,5 kg inokulan fungi yang diambil dari bahan kompos yang sedang aktif.

Selama proses pengomposan harus dalam keadaan basah sehingga secara berkala disiram. Untuk membuat lapisan-lapisan bahan yang di komposkan tidak boleh dari satu minggu. Masalah yang harus diperhatikan bahwa lapisan-lapisan bahan kompos tidak menjadi padat.

Selama proses pengomposan berlangsung dilakukan pembalikan 3 kali, pertama 15 hari setelah proses berlangsung, kemudian setelah 30 hari dan ketiga setelah 2 bulan proses pengomposan berlangsung. Setiap kali dilakukan pembalikan maka bahan kompos diaduk dengan baik, dan tetap dalam keadaan lembap.

Metode ini sesuai untuk daerah yang mempunyai curah hujan tinggi. Ada dua macam metode indore yang cukup populer, yaitu dengan cara menumpuk bahan yang dikomposkan di atas tanah (indore heap method) dan dimasukkan dalam lubang galian (indore pit method).

Beri Tanggapan