Penjelasan Dari Kitab Reg Weda!

Penjelasan Dari Kitab Reg Weda! Reg Weda atau Rig weda berasal dari kata “rig” yang berarti memuji. Kitab ini berisi 1000 puji-pujian kepada para dewa dalam bentuk kidung, dan masing-masing kidung (sukta) terbagi dalam beberapa bait. Bagian akhir Rig Weda membicarakan perawatan orang mati, pembakaran dan penguburannya.

Menurut umat Hindu, Rig Weda ini sangat penting . didalamnya terdapat pengertian dan isyarat akan agama yang monoteistis dengan falsafah yang monistik. Arah monoteisme tersebut muncul sekitar Dewa Prajapati, tuhan Pencipta. Akan tetapi monoteisme disini belum dalam pengertian yang tajam seperti pengertian monoteisme modern.

Satu ide yang paling penting yang datang dari Rig Weda adalah tatanan kosmik yang disebut Rta. Rta berarti “tatanan suci dan alam semesta (“cosmic and sacred order”) satu tatanan paling harmonis dan tertinggi dari struktur realitas. Belakangan tatanan alam semesta yang disebut Rta ini menjadi atau disebut sebagai Sanathana Dharma atau “kebenaran abadi.” Dharma tidak saja menjadi hukum universal tapi juga hukum moral dari agama Hindu.

Sekalipun dalam Rig Weda kita melihat satu masyarakat yang sedang berkembang memuja seluruh aspek alam semensta, kita juga melihat kelahiran dari pemikiran yang sangat maju dalam masyarakat itu. Silahkan baca apa yang disebut Hymne Penciptaan (Rig Weda X, 129, 7-7) di bawah ini :

“Akhirnya, siapa yang tahu, dan siapa yang dapat mengatakan Darimana semua ini datang, dan bagaimana penciptaan terjadi?
Dewa-Dewa sendiri ada setelah penciptaan Jadi siapa yang sesungguhnya tahu kapan hal ini terjadi?
Kapan semua ciptaan ini dimulai?
Dia (Yang Maha Kuasa), apakah Dia membentuknya atau apakah Dia tidak membentuknya, Dia Yang menyelidiki semua ini dari surga, Dia tahu – atau mungkin Dia tidak tahu.”

Tidak ada pengarang khusus dari Rig Weda. Ia merupakan karya kolektif dari banyak Maharesi besar. Salah satu upacara terbesar dalam Rig Weda adalah upacara korban Soma. Soma adalah sejenis minuman yang diambil dari satu macam tanaman yang oleh banyak orang dikira cendawan.

Rig Weda tidak memuat upacara kelahiran tapi Wiweha (perkawinan) dan kremasi dari orang mati. Dari semua Dewa-Dewa yang dijelaskan dalam Rig Weda, Rudra adalah yang paling penting. Dalamnya juga ada referensi mengenai perpindahan jiwa dari tubah ke tubuh lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *