Apa Saja Tempat-Tempat Kejadian dalam Novel Maryamah Karpov?

Apa Saja Tempat-Tempat Kejadian dalam Novel Maryamah Karpov? – Andrea Hirata merupakan lulusan program studi master of science di Perancis dan Inggris. Maryamah Karpov adalah karya pemungkasanya setelah Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, dan Endesor.

Melalui tetralogi Laskar pelangi kita akan merasakan betapa setiap kalimat yang diciptakan memiliki kekuatannya sendiri. Oleh karena itu, tentang Laskar Pelangi merupakan koleksi yang amat berharga untuk di miliki.

Buku Tetralogi Laskar Pelangi dapat dikatakan sukses dipasaran. Kehadirannya mampu menyita perhatian publik. Hingga meluncurnya buku yang ke-4, yang sangat dinanti-nanti oleh pengunjung ini, laskar pelangi masih dapat mempertahankan best-seller nya.

Buku ke-4 sangat dinanti oleh penggemarnya. Bagi mereka yang mengikuti ceritta dari awal, pasti tidak sabar membaca buku terakhir yang berjudul Maryamah Karpov, Mimpi-mimpi lintang.

Tempat-Tempat Kejadian dalam Novel Maryamah Karpov

Pada novel Maryamah Karpov penulis menceritakan semua kejadian yang dialami penulis ketika berumur 24 tahun. Dimana ketika penulis sudah selesai menempuh mata kuliahnya di salah satu Unversitas bagus di Paris. Di dalam cerita di ceritakan kemudian hari-harinya dijalani penulis di tanah Indonesia yakni di Belitong hingga berumur 25 tahun.

Pada novel Maryamah Karpov penulis banyak melakukan setting tempat di Belitong. Setting tempat yang biasa terpakai adalah rumah penulis, rumah Zakiah, Warung Kopi Usah Kau Kenang Lagi, Sungai Linggang, dermaga, Pulau Batuan, Pasar Ikan, Sekolah Dasar Laskar Pelangi, Toko Harapan Bangsa, rumah Puniai, dan lain sebagainya.

Kejadian-kejadian banyak di alami di Belitong karena Belitong merupakan tempat tinggal penulis. Sehingga segala gerak-gerik penulis akan terawasi oleh Belitong. Waktu terjadinya cerita tersebut kira-kira saat penulis berumur 24 tahun.

Kehidupan masyarakat yang ada pada kehidupan penulis yaitu kebiasaan atau adat istiadat dari warga Belitong tersebut yang merupakan tanah kelahirannya. Kehidupan sosial masyarakat sana cenderung obsesif. Seperti yang dilakukan penulis dalam cerita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *