Bagaimanakah Pola dan Bentuk Obyek Geografi Fisik (Alam)?

Bagaimanakah Pola dan Bentuk Obyek Geografi Fisik (Alam)? Pola merupakan kecenderungan persebaran suatu objek di permukaan bumi. Bentuk dan pola persebaran objek geografi tersebut di pengaruhi oleh bentuk bentang alamnya. Bentuk bentang alam ternyata sangat mempengaruhi persebaran objek geografi.

Pada umumnya, tempat-tempat yang di jadikan permukiman adalah daerah yang relatif datar. Hal tersebut di karenakan daearah yang datar memudahkan manusia untuk memperoleh air, mendirikan bangunan, membangun prasarana transportasi, dan mengolah lahan.

Di dalam pola ini terdapat 3 pola, yakni pola iklim, aliran sungai, dan pola bentuk tanah. berikut adalah penjelasannya.

1. Pola Iklim

Pola iklim ini dipengaruhi oleh letak Astronomis (garis lintang) Iklim di dunia berdasarkan garis lintanya terdiri dari :

  • Iklim Tropis : 23,5 derajat LU – 23,5 derajat LS
  • Iklim Sub tropis : 23,5 derajat LU/LS – 40 derajat LU/LS
  • Iklim sedang : 40 derajat LU/LS – 66,5 derajat LU/LS
  • Iklim Dingin atau Kutub : 66,5 Derajat LU/LS – 90 derajat LU/LS

Sedangkan iklim menurut kondisi fisik atau alam terbagi menjadi 3 yakni : Iklim Kontinental (Daratan), Iklim Lautan, dan Iklim Ugahari (pegunungan).

2. Pola Aliran Sungai

Berikut adalah penjelasanya:

  • Di daerah datar atau landai
    Ciri cirinya :
    – Penampang dasar sungai membentuk huruf U
    – erosinya kecil
    – Aliran tidak deras
    – Membentuk Meander
  • Di daerah Lereng atau Miring :
    Ciri cirinya :
    – Alirannya deras
    – Penampang dasar sungai membentuk huruf V
    – Erosinya sangat besar
    – Tidak membentuk meander
  • Di daerah dome atau bukit tunggal
    Ciri cirinya :
    – Aliran sungai membentuk pola aliran radial atau menjari arahnya menyebar
  • Di daerah cekungan besar atau danau
    Ciri cirinya :
    – Membentuk pola aliran sungai memusat / centripetal yang aliran arahnya masuk ke dalam menuju ke titik pusat lingkaran.

3. Pola dan Bentuk tanah dan tingkat kesuburannya

Terbagi menjadi :

  • Pola dan bentuk tanah di daerah kapur : membentuk goa kapur,sungai bawah tanah dan dolina, tanah tidak subur atau tandus, tanaman yang sering pohon jati.
  • Pola dan bentuk tanah di dataran rendah : berupa lahan pertanian yang subur dan pusat penduduk, hasil pertanian berupa palawija dan suyuran
  • Pola dan bentuk tanah di daerah gunung api : tanah vulkasin yang sangat subur. Disinilah tempatnya cocok untuk bercocok tanam menanam sayuran.
  • Pola dan bentuk tanah di daerah rawa : Tanah gambut kurang subur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *