Perkembangan Sistem Klasifikasi

 Perkembangan Sistem Klasifikasi dari Masa ke Masa

Pada tahun 1735 Linnaeus memperkenalkan klasifikasi makhluk hidup dengan 2 kingdom yaitu Vegetabilia dan Animalia. Hal ini wajar dikarenakan pada saat itu penemuan mikroskop untuk melihat benda-benda kecil belum terlalu digunakan oleh kalangan peneliti khususnya taksonomist.

Kemudian Haeckel pada tahun 1866 memperkenalkan klasifikasi makhluk hidup sistem 3 kingdom yaitu Protista, Plantae, dan Animalia. Munculnya kingdom baru yaitu protista dikarenakan telah ditemukannya mikroskop untuk mengamati benda-benda mikro.

Prokaryota sendiri pada masa itu dianggap sebagai hewan kecil. Sistem Klasifikasi makhluk hidup Haeckel bertahan cukup lama dan berganti beberapa kali seiring dengan perkembangan teknologi.

Saat ini, para ahli menggunakan sistem klasifikasi lima kingdom yang dikemukakan oleh Robert H. Whittaker. Klasifikasi lima kingdom, yaitu :

Sistem Klasifikasi Lima Kingdom

Sistem ini terdiri dari:

1. Monera

Merupakan kingdom yang anggotanya berupa makhluk hidup yang tidak memiliki membran inti. Bentuk tubuh umumnya prokariota (tidak memiliki membran inti) dan mikroskopis (kecil), yaitu bakteri dan alga hijau – biru.

2. Protista

Merupakan kingdom yang anggotanya berupa makhluk hidup eukariotik (bermembran) bersel tunggal, yaitu protista mirip hewan (protozoa) dan protista mirip tumbuhan (algae).

3. Fungi (jamur)

Merupakan kingdom yang anggotanya berupa makhluk hidup yang bersifat eukariotik, baik bersel satu maupun bersel banyak dan dapat menguraikan bahan organik, contoh: zygomycotina, ascomycotina, Oomycotina, dan Basidiomycotina.

4. Plantae (tumbuhan)

Merupakan kngdom yang anggotanya berupa makhluk hidup eukariotik bersel banyak dan dapat berfotosintesis, contoh: Tumbuhan paku (pterodophyta), tumbuhan lumut (bryophyta), dan tumbuhan biji (spermatophyta).

5. Animalia (hewan)

Merupakan kingdom yang anggotanya berupa makhluk hidup eukariotik bersel banyak dan bersifat heterotrof, contoh: Porifera, Coelenterata, Plathyhelmentis, Mollusca, dan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *