Berapa Jumlah Devisa Indonesia Saat Ini (Buktikan Dengan Data)? Sebutkan Sumber Devisa Tersebut?

Berapa Jumlah Devisa Indonesia Saat Ini (Buktikan Dengan Data)? Sebutkan Sumber Devisa Tersebut? Cadangan devisa resmi Indonesia (Indonesian official reserve assets) merupakan aset eksternal yang dapat langsung tersedia bagi dan berada di bawah kontrol Bank Indonesia selaku otoritas moneter untuk membiayai ketidakseimbangan neraca pembayaran, melakukan intervensi di pasar dalam rangka memelihara kestabilitan nilai tukar, dan/atau tujuan lainnya (antara lain menjaga ketahanan perekonomian dan nilai tukar serta sebagai bantalan terhadap net kewajiban Indonesia)

Secara umum, cakupan data cadangan devisa mengacu pada the Balance of Payments Manual 6 th Edition (BPM6) dan the International Reserves and Foreign Currency Liquidity (IRFCL) Guidelines for a Data Template yang dikeluarkan oleh IMF yaitu:

a. Cadangan dalam valuta asing (foreign currency reserves)

Adalah keseluruhan tagihan Bank Indonesia kepada bukan penduduk baik dalam bentuk simpanan dan Uang Kertas Asing (deposits & currency) maupun surat-surat berharga (securities). Simpanan (deposits) meliputi keseluruhan tagihan Bank Indonesia yang disertai bukti simpanan (evidence of deposits) kepada bank sentral, korporasi selain bank sentral, dan lembaga lainnya.

Uang Kertas Asing terdiri atas uang kertas dan uang logam dengan nilai nominal tetap yang diterbitkan dan mendapat otorisasi dari bank sentral dan/atau pemerintah negara bersangkutan. Surat-surat berharga (securities) terdiri atas saham dan surat utang yang diterbitkan oleh bukan penduduk seperti bills, bonds, notes, sertifikat deposito, commercial paper, debentures, asset backed securities, instrumen pasar uang, dan instrumen serupa yang biasa diperdagangkan di pasar keuangan.

b. Posisi cadangan di IMF (Reserve Position in the Fund – RPF)

Adalah posisi cadangan yang dimiliki anggota IMF pada the Fund’s General Resources Account. RPF merupakan penjumlahan dari

(1) nilai SDR dan valas yang dapat ditarik anggota dengan segera dan tanpa persyaratan dari ”reserve tranche”-nya; dan

(2) hutang IMF (berdasarkan loan agreement) yang dapat segera tersedia (dikembalikan) bagi negara anggota termasuk pinjaman negara anggota kepada IMF melalui the General Arrangements to Borrow (GAB) dan the New Arrangements to Borrow (NAB).

Reserve-tranche merupakan tagihan likuid negara anggota kepada IMF yang timbul dari iuran anggota yang jumlahnya proporsional sesuai dengan kuota negara anggota.

c. Hak Tarik Khusus (Special Drawing Rights – SDR)

Merupakan cadangan devisa internasional yang diciptakan oleh IMF untuk menambah cadangan devisa negara anggota dan secara periodik dialokasikan kepada anggota secara proporsional sesuai
dengan kuotanya.

Walaupun tidak memiliki jangka waktu jatuh tempo, anggota IMF yang menerima alokasi SDR tersebut memiliki kewajiban untuk membayar kembali pada saat keluar dari keanggotaan IMF.

d. Emas moneter (monetary gold)

Adalah emas yang dimiliki oleh otoritas moneter (atau pihak lain yang secara efektif dikontrol oleh otoritas moneter) dan diakui sebagai cadangan devisa.

e. Cadangan devisa lainnya (other reserve assets)

Adalah keseluruhan aset likuid yang dapat digunakan sewaktu-waktu oleh Bank Indonesia, akan tetapi belum tercakup dalam kategori sebelumnya. Aset-aset tersebut meliputi net nilai pasar posisi finansial derivatif dengan bukan penduduk, piutang jangka pendek yang dapat ditarik sewaktuwaktu, aset yang direpokan serta posisi kepemilikan Indonesia pada Asian Bond Fund (ABF).

Cadangan devisa tidak mencakup penyertaan Bank Indonesia pada lembaga keuangan internasional, tagihan kepada bukan penduduk dalam nonconvertible currencies, ataupun tagihan dalam valuta asing kepada penduduk.

Data cadangan devisa dinilai secara harian dengan menggunakan harga pasar yang berlaku periode pencatatan dengan ketentuan sebagai berikut:

– Nilai pasar dari suatu aset mencakup perhitungan bunga yang masih harus diterima (accrued interest) pada akhir periode laporan.

– Nilai pasar dari Uang Kertas Asing dan simpanan direfleksikan oleh nominal face value-nya.

– Emas moneter direvaluasi berdasarkan harga pasar terkini komoditi emas.

– SDR dan RPF direvaluasi berdasarkan basket penilaian IMF untuk SDR.

Data didiseminasikan dalam US dolar dan dipublikasikan setiap akhir bulan. Nilai aset selain US dolar dikonversi ke dalam US dolar dengan menggunakan nilai tukar yang berlaku pada periode laporan.

Data bersifat final ketika pertama kali dipublikasikan dan umumnya tidak direvisi, diimplikasikan dengan tidak adanya tanda yang menyatakan data bersifat sementara pada publikasi. Apabila ada, revisi akan dimasukkan dalam penerbitan data selanjutnya. Perubahan mendasar terhadap metodologi akan diinformasikan bersamaan dengan publikasi data menggunakan metode baru tersebut dilaksanakan.

Data dapat diperoleh melalui website Bank Indonesia:

– Data Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia: http://www.bi.go.id/web/id/Statistik/Statistik+Ekonomi+dan+Keuangan+Indonesia/Versi+ HTML/Sektor+Eksternal/

– Data Indikator Moneter: http://www.bi.go.id/web/id/Moneter/Indikator+Moneter/

– National Summary Data Page (NSDP) http://www.bi.go.id/sdds/ Data juga dapat diperoleh dari: Publikasi Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia (SEKI) (hardcopy dan CD).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *